SCM Logistik Transportasi

Follow us on Twitter Subscribe to RSS Subscribe via Email
  • Buku Sekolah

    Buku untuk pelajar dan mahasiswa, bisa didapatkan di GaleriPos.Com gratis ongkos kirim

  • Buku Anak

    Aneka bacaan bermutu untuk anak, buku sekolah juga buku fiksi dan non fiksi lain tersedia di GaleriPos.Com

  • Enter Slide 3 Title Here

    Tips dan Triks berbagai bidang untuk segala usia. Buku-buku bermutu dari GaleriPos.Com

Apakah Anda benar-benar tahu tentang tubuhAnda? Itu penting! Pasalnya, tubuh memberi kehidupan.
Buku ini akan membantu Anda mengenal tubuh Anda. Dengan mengenal tubuh sendiri, Anda akan memiliki kekuatan untuk mengubah, memelihara, menghias, dan memperkuatnya. Dalam setiap bab, kami akan memulai dengan menjelaskan anatomi organ tubuh. Untuk melakukannya, kami akan membawa Anda kedalam—dan memperlihatkan pada Anda bagaimana organ-organ tubuh beroperasi dan saling berhubungan satu sama lain. Kami tidakakan melakukannya dengan gaya bicara dokter, tetapi kami juga tidak akan memperlakukan Anda seolah-olah Anda murid kelas empat SD.

Kami tidakakan menyederhanakan ilmu pengetahuan: kami hanya akan membuatnya tampak sederhana. Dari sana, kami akan menjelaskan pada Anda bagaimana membuat organ-organ Anda berfungsi dengan lebih baik—jadi, Anda dapat mencegah penyakit dan menjalani kehidupan yang lebih sehat dan awet muda. Kami akan menunjukkan pada Anda bagaimana penyakitbermula, bagaimana penyakit itu memengaruhi tubuh Anda, dan bagaimana Anda dapat belajar untuk menghindari serta mengatasi masalah dan kondisi yang dapat mengancam, tidak hanya kehidupan Anda, tetapi juga kualitas hidup Anda.

Buku ini penting bagiAnda yang ingin hidup sehat dan awet muda!

Penulis : Mehmed C. Oz & Michael F. Roizen
Judulbuku : Sehat Tanpa Dokter (Updated & Extended Version)
Penerbit : B-First
ISBN : 978-602-1246-26-9
Penyunting : Salman Faridi, Pratiwi Utami, & Baiq Nadia Yunarthi
Format: 19 x 24 cm
Jumlahhalaman: 432
Jenis Kertas Isi: Bookpaper 55gr
JenisKertasSampul: Art carton 230 gr\

Buku Kesehatan lainnya di : Buku Kesehatan GaleriPos


Beli Grosir Sprei di BediBedi Aja
Buku kisah nyata dari Toko Buku GaleriPos
Aku belum tahu, apa rahasia Tuhan di balik semua perjalanan sakitku selama empat tahun terakhir. Apa rahasia dari darah yang menetes setiap kali jarum ditusukkan atau dicabut, darah yang diambil setiap minggu untuk tes laboratorium. Ataupun malam-malam tak bisa tidur karena sesak dan gatal-gatal, serta demikian banyak uang dihabiskan. Hanya Tuhan yang tahu seperti apa akhirnya nanti.
Kini, ada 4 ginjal di tubuhku. Ini bagian dari takdirku. Aku hanya berharap di sisa hidupku, ada manfaat yang dapat kubagikan kepada orang lain.
Derita tak harus berselubung duka. Gagal ginjal tak mesti ditemani derai air mata.

Buku inspiratif kala lara mendera.
—Dr. A. Fauzi Yahya, Sp.J.P. (K), FIHA, ahli intervensi jantung, penulis buku Menaklukkan Pembunuh No. 1

Bukti autentik kolaborasi indah karena kekuatan Sang Pencipta melalui hamba-Nya, sobatku Basyrah Nasution.
—Alvin Adam, presenter “Just Alvin” Metro TV

Cerita mengenai kemenangan manusia. Menang melawan penyakit yang mematikan: gagal ginjal. Basyrah adalah orang yang sudah membuktikan pentingnya sebuah perjuangan. Termasuk perjuangan melawan penyakit.
—Dahlan Iskan, pasien transplantasi hati, Menteri BUMN RI

Seandainya saya menjadi dosen ilmu kehidupan dan diperkenankan memberi nilai ujian, maka saya akan memberikan nilai Cum laude… dan Summa cum laude.
—Prof. DR. Rully MA Roesli, Sp.PD-KGH, spesialis ginjal dan hipertensi
Semangat yang menguar bukan sekadar ketabahan yang tak berujung, melainkan sebuah ide orisinal bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan.
—Tasaro GK, penulis
Ada banyak orang hebat seperti Ronaldo, Karen Armstrong, dan banyak lagi. Saya ingin memasukkan Basyrah ke dalam jajaran orang-orang hebat itu ....
—Hernowo, penulis buku Mengikat Makna
Sebuah pertanyaan besar: mengapa mekanisme lahirnya pemimpin di negeri ini, harus ditandai oleh konflik oposisional? Tidak adakah sistem atau mekanisme lain yang mewadahi para kader dan pemimpin untuk muncul dalam suasana yang bersahabat, gembira, dan melahirkan diskursus baik intelektual, moral, maupun kultural yang positif dan membangun?
Tak aneh bila kemudian banyak pihak yang menganggap demokrasi adalah tipuan rasional yang kebenarannya di atas kertas akademik semata maupun jargon murahan para caleg (calon legislatif) dan capres (calon presiden). Dalam kenyataannya, ia tinggal menjadi kuda tunggangan yang hanya menyeret kepentingan kekuasaan dan kaum pemodal. Sementara rakyat, tertinggal jauh di belakangnya. Dan, demokrasi mewajibkan kita memilih. Inilah paradoks demokrasi, kekerasannya yang otoriter, keharusan untuk memilih, bahkan ketika tak ada pilihan.
Buku ini merupakan hasil pengamatan Radhar terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia selama satu dekade. Sebuah kritik terhadap demokrasi.

Penulis : Radhar Panca Dahana
Judul Buku : Kebudayaan dalam Politik
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-291-097-8
Penyunting : Reno Muhammad
Cover : 15x23 cm
Format : 15x23 cm
Jumlah halaman : 492 hlm
Jenis Kertas Isi : Bookpaper 55 gr
Jenis Kertas Sampul : AC 230 gr
Buku Kontroversi Khilafah karya Komarudin Hidayat
Buku ini hadir sebagai respons terhadap gagasan mendirikan negara Islam yang menjalar hingga ke wilayah Nusantara. Berwujud antologi pemikiran dari para cendekiawan Muslim Indonesia, buku ini dengan tegas menolak lahirnya paham-paham yang hendak merusak komitmen negara-bangsa Indonesia (NKRI), UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia, bagi mereka, tidak kondusif bagi tumbuhnya gagasan khilafah, baik yang damai apalagi kekerasan.
Islam Indonesia adalah Islam jalan tengah yang menolak ekstremisme dan radikalisme. Pengkhianatan terhadap itu dengan memaksakan pendirian negara Islam berarti pengkhianatan terhadap para pejuang bangsa dan agama yang telah gugur di medan juang demi membela rakyat Nusantara.
Wacana “negara Islam” kembali marak diperbincangkan. Fenomena Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)—sebagai salah satu produk ekstrem dari
kompleksitas konflik di Timur Tengah yang terkait erat dengan pertarungan antarkekuatan politik kawasan bahkan global—mengharu biru dunia. Abu Bakar Al-Baghdadi, sang pelopor organisasi ini, disebut telah mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah baru untuk dunia Islam. Ia memanggil pemeluk Islam di seluruh dunia untuk hijrah ke wilayah yang dikuasai pasukannya. “Siapa pun yang dapat pindah ke negara Islam seharusnya berpindah karena hijrah ke rumah Islam adalah sebuah kewajiban,” ungkap Al-Baghdadi.

Penulis: Komaruddin Hidayat
Kode buku: EXPM-003
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-862-9
Kategori: Agama/Politik

 
Anggukan Ritmis Kaki Sang Kyai, karya Emha Ainun Najib.
Dulu di sebuah pesantren, ada dua orang kiai yang berdebat tentang hukum kesenian. Salah seorang dari mereka bersikeras bahwa kesenian itu syirik, bahkan haram. Kami para santri menyaksikan perdebatan itu dengan hati berdebar.
Dari kejauhan, terdengar suara musik dari loudspeaker. Kiai yang saya kisahkan itu mulai meledak-ledak dan menyebut seni itu haram, tetapi kedua kakinya bergerak-gerak mengikuti irama musik dari kejauhan.
Kami, para santri, melihat bahwa kaki beliau itu bukan bergerak menggeleng-geleng, melainkan mengangguk-angguk. Maka, kami tiru anggukan ritmis kaki Pak Kiai itu, sebab gerak kaki beliau itu lebih merupakan ungkapan batinnya dibanding lisannya.

Melalui buku ini, Emha Ainun Nadjib, menguliti dalam-dalam perkara kemusliman “birokrasi”. Ketaatan yang penuh rasa “takut pada atasan”, bukan kecintaan dan pengabdian pada Tuhan. Semua kemudian berputar pada surga dan neraka, halal dan haram, pahala dan dosa.
Detail-detail ritual yang malah memicu perbedaan pendapat antarumat, serta dengan gampang mengkafirkan orang lain. Dalam kegelisahannya, Emha seolah berbicara pada naluri kita dan berkata, “Apa tidak malu kita kepada-Nya, pada akal dan perasaan kita sendiri?”

TENTANG PENULIS
SASTRAWAN DAN budayawan ini lahir Rabu Legi 27 Mei 1953 di Jombang. Selain menulis, ia sangat aktif mengisi pengajian, seminar, diskusi, atau workshop di bidang pengembangan sosial, keagamaan, kesenian, dan lainnya. Pernah belajar di Pondok Pesantren Gontor dan sekolah menengah di Yogyakarta. Lantas mencicipi Fakultas Ekonomi UGM, kemudian bergabung dengan PSK (Persatuan Studi Klub) di bawah asuhan penyair Umbu Landu Paranggi. Kelompok ini ikut mewarnai upaya pengembangan kreativitas para penulis di Yogyakarta pada zamannya.
Ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980); International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, AS (1984); Festival Penyair Internasional di Rotterdam (1984); dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985). Karya puisi dan esai Emha cukup banyak dibukukan. Naskah lakon/dramanya banyak dipentaskan dan sempat fenomenal seperti Lautan Jilbab. Puisi Emha yang diterbitkandalam bentuk buku: “M” Frustasi (1975), Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978), 99 untuk Tuhanku (1980), Suluk Pesisiran (1989), Lautan Jilbab (1989), Cahaya Maha Cahaya (1991), Sesobek Buku Harian Indonesia (1993), Syair-Syair Asmaul Husna (1994), dan Abacadabra Kita Ngumpet .... (1994). Sedangkan kumpulan kolom dan esainya, antara lain Indonesia Bagian dari Desa Saya (1980), Sastra yang Membebaskan (1984), Dari Pojok Sejarah: Renungan Perjalanan (1985), Slilit Sang Kiai (1991), Bola-Bola Kultural (1993), Secangkir Kopi Jon Pakir (1992), Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1994), Sedang Tuhan pun Cemburu (1994).

Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai
Penulis: Emha Ainun Nadjib Target terbit: Februari 2015
Judul buku : Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai
Kover: 13x20.5
Penerbit: Bentang Pustaka Format: 13x20.5
ISBN: 978-602-291-077-0
Jumlah halaman: 428 hlm
Penyunting: Arief Koes Hernawan
Jenis Kertas Isi: bookpaper 55 gr
Harga: Rp. 69.000,-
Jenis Kertas Sampul: AC 230 gr
Tebal Punggung: 2.35 cm
Kategori versi Penerbit: inspiratif
Lini: Bentang Pustaka
Kode: BI-041
  /    /  No comments
Buku biografi Jend. Soedirman dari GaleriPos
Kupilih Jalan Gerilya: Roman Hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman. Buku biografi Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jawara Perang Gerilya di perang kemerdekaan.
Operasi pengejaran Soedirman selalu gagal. Saat Soedirman kembali ke Yogyakarta, rakyat menyemut di pinggir jalan menyambut. Air mata jadi saksi bagaimana lelaki kurus pengidap TBC akut itu telah gemilang mempertahankan martabat negeri. Ia berhasil mengusir berbagai aral rintang, tapi tak berhasil mengusir penyakit TBC yang bersarang di tubuhnya. Setelah rongrongan Belanda berakhir, ia pun menghadap llahi, mengembuskan napas terakhir dengan tenang setelah memeriksa rapor putra-putrinya. Langit Magelang menjadi saksi.
“Yang sakit itu Soedirman, Panglima Besar tidak pernah sakit,” ujar Panglima Soedirman ketika Bung Karno menolak ikut gerilya. Tubuh ringkih itu memilih jalan gerilya, membakar semangat prajurit, membuktikan pada dunia—negara Indonesia tetap ada sekalipun para pemimpin politik telah ditawan Belanda. Air mata Alfiah menderas setiap membayangkan suaminya yang sakit-sakitan mendaki bukit, menembus belantara, mengadang tanah tandus berbatu, menghindari serbuan Belanda tanpa henti. Tapi di balik wajah pucat itu sinar matanya tak pernah berubah—tajam berkarisma, membuat Simon Spoor frustrasi. Operasi pengejaran Soedirman selalu gagal. Saat Soedirman kembali ke Yogyakarta, rakyat menyemut di pinggir jalan menyambut. Air mata jadi saksi bagaimana lelaki kurus pengidap TBC akut itu telah gemilang mempertahankan martabat negeri. Ia berhasil mengusir berbagai aral rintang, tapi tak berhasil mengusir penyakit TBC yang bersarang di tubuhnya. Setelah rongrongan Belanda berakhir, ia pun menghadap llahi, mengembuskan napas terakhir dengan tenang setelah memeriksa rapor putra-putrinya. Langit Magelang menjadi saksi.
“Aku bangga sekali, Bu, sepanjang hidupku Gusti Allah senantiasa memberikan jalan yang sederhana, dekat dengan alam, anak-anak dan rakyat yang hidup dan pikirannya sederhana. Rasanya tugasku sudah selesai. Kalaupun pada akhirnya di-pundut Sing Kagungan, aku rela,” ujar Soedirman sebelum menutup mata.

Penulis: E.R. Asura
Penerbit: Imania (Mizan Group)
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 270 Halaman
Berat: 0.32 Kg
Format: Softcover
ISBN: 978-602-7926-21-9

Untuk  melihat buku sejarah lain, silahkan kunjungi Toko Buku GaleriPos
Buku untuk anak; Abdullah bin Mas'ud yang Jujur dari GaleriPos
Buku kisah kejujuran untuk bacaan mendidik anak anda: Abullah bin Mas'ud yang Jujur. Buku lain dapat dilihat di Buku Anak GaleriPos
Suatu hari, Rasulullah Saw. dan Abu Bakar r.a. bepergian bersama. Di tengah jalan, mereka kehausan. Mereka meminta susu kepada seorang penggembala kambing. Tapi, penggembala itu tidak bisa memberikan susu kepada mereka. Kenapa penggembala tersebut tidak mau menolong, ya?

Penulis: Idris Sadri
Terbit: Maret 2015
Komikus: Rendra M. Ridwan
Illustrasi Sampul: Rendra M. Ridwan
Penerbit: Muffin Graphics
Format: 17 x 17 cm
ISBN: 978-602-1128-65-7
Jumlah halaman: 20 hlm.
Kode buku: MC-266
Jenis Kertas Isi: Duplex 400 GR
Jenis Kertas Sampul: Duplex 400 GR
Jenis buku: Anak dan Balita 

Transaksi silahkan lakukan di Toko Buku GaleriPos

Search